Hallo ,  Selamat Datang di DUNIA ALAT KEDOKTERAN  |  PROFIL  |  LOKASI  |  ORDER ?
 

Pencarian

Memuat...

Laparoscopi

     
    Bedah Laparoskopi adalah suatu pembedahan invasi minimal, dimana sayatan luka-luka operasi dibuat sangat kecil (0,5 – 1 cm) untuk memasukkan alat-alat bedah khusus kedalam rongga perut seperti alat untuk bekerja, video kamera dan sumber cahaya untuk melihat dan mengangkat bagian tubuh yang akan dioperasi melalui monitor-televisi
Penggunaan laparoskopi dalam bidang kedokteran ini pertama kali diaplikasikan untuk kepentingan terapi bukan untuk mendiagnosis suatu penyakit.


Laparoskopi bedah dengan sayatan Kecil
Kemajuan teknologi telah membawa perkembangan berarti di dunia bedah. Laparoskopi diperkenalkan di awal tahun 1990an dengan metode sayatan kecil sepanjang 2-3 cm menolong pasien tidak perlu berlama-lama di rumah sakit dan menghabiskan banyak biaya.

Laparoskopi adalah tindakan bedah yang tidak membutuhkan sayatan lebar karena menggunakan alat bantu kamera kecil yang dapat dimasukkan dalam rongga abdomen. Metode ini dikatakan makin berkembang dengan didukung oleh peralatan canggih yang disebut Endo Alfa.
Alat ini merupakan yang pertama di Indonesia dan yang ketiga di Asia, selain Jepang dan Hongkong. Endo Alfa dilengkapi dengan teknologi Narrow Brand Image (NBI) yang menangkap keganjilan-keganjilan pada rongga yang diperiksa dalam warna yang lebih spesifik. Dengan gambar yang lebih jelas, dokter dapat dengan tepat dan cepat mendeteksi keganasan kanker sejak dini.

Laparoskopik dimulai dengan tindakan pre-operasi seperti biasanya. Bedanya, kalau dulu pada saat bedah tangan dokter harus masuk untuk memeriksa benjolan atau indikasi kanker lain, sekarang hal itu tidak perlu dilakukan lagi di awal. Dokter bedah cukup melakukan metode yang tergolong bedah invasi minimal ini dengan empat lubang yang paling besar hanya berukuran 0.5-2cm dan kemudian memasukkan kamera untuk menemukan kanker.
“Sekarang laparaskopik tidak hanya untuk perut saja. Bisa untuk ortopedi, keilmuan bedah syaraf, keilmuan ginekolog, bedah torax, jantung, tumor paru, empedu,”


    Dulu orang yang barusan dioperasi cenderung merasa minder bila ingin berenang. Pasalnya, bekas luka sayatan bedah yang panjang di perut membuat penampilan perut tak sedap dipandang. Namun, sekarang Anda bisa tersenyum. Dengan teknik bedah laparoskopi, bekas luka sayatan operasi Anda hanya seperti bekas cacar air.

Teknik bedah invasif minimal ini mulai diperkenalkan pada 1992, yang selanjutnya mengalami banyak perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi. Dr Hermansyur Kartowisastro, SpBKBD, memaparkan saat ini sayatan terkecil yang dilakukan adalah 0,2-2 sentimeter dibanding 2-3 cm sewaktu mulai diperkenalkan. Dengan metode sayatan kecil tersebut mampu menolong pasien agar tidak perlu berlama-lama di rumah sakit. Juga tak menghabiskan banyak biaya. Maka masa penyembuhan pasien lebih singkat.

Tindakan bedah laparoskopi dilakukan dengan membuat sayatan di bawah lipatan pusar kemudian dimasukkan gas CO2. Pemberian gas ini untuk menggembungkan perut pasien agar usus tertekan ke bawah dan menciptakan ruang di dalam perut untuk pembedahan.
Biaya prosedur laparoskopi memang lebih mahal ketimbang yang konvensional. Pasalnya, teknologi dan alat-alat yang digunakan lebih canggih dan hanya sekali pakai.

Keuntungan Bedah Laparoskopi :
1. Rasa nyeri minimal karena luka operasi kecil dan tidak melukai otot.
2. Pemulihan dan penyembuhan lebih cepat sehingga waktu perawatan di rumah sakit lebih singkat dan cepat kembali ke aktivitas normal.
3. Luka kecil mengakibatkan perut bekas operasi hampir tidak terlihat.

Jenis Operasi yang Dapat Dilakukan dengan Bedah Laparoskopi :
1. Bidang ilmu Bedah : Operasi Usus Buntu (Appendisitis), Batu kendung empedu (Kholesistitis, Kholelitiasis), Perlengketan Usus, Operasi tertentu pada lambung, Usus Halus dan Usus Besar.
2. Bidang Ilmu Kebidanan (OBs-Gyn) : Laparaskopi diagnostik, Chromotubation (menilai patensi tuba atau saluran telur), sterilisasi, kehamilan ektopik (kehamilan dluar kandungan), Kista indung telur/ovarium.

Kapankah Bedah Laparoskopi Tidak Boleh Dilakukan
Teknik operasi laparoscopi tidak dapat dilakukan pada pasien-pasian yag pernah operasi perut sehingga terjadi perlengketan hebat di dalam rongga perut.
Bila bedah laparoskopi tidak memungkinkan, maka dilakukan tindakan pembedahan biasa dengan sayatan yang lebih besar.

Untuk informasi Produk Instrument Bedah silahkan bisa lihat produknya DISINI.

Ingin Gabung di Dunia Alat Kedokteran Yahoo Groups

Powered by us.groups.yahoo.com

Artikel / Produk Sejenis